Kamis, 19 Mei 2016

Teori Kognitif Piaget

Teori kognitif piaget
Teori perkembangan kognitif piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian disekitarnya. Bagimana anak objek social seperti diri, orang tua, dan teman. Bagaimana cara anak belajar mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan dan perbedaan, untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek atau peristiwa, dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut.
Piaget juga memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif dalam menerima informasih. Walaupun proses berfikir dan konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasi oleh pengalamannya dengan dunia sekitar dia, namun anak juga berperan aktif dalam menginterpretasikan informasih yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang telah ia punya.
Piaget mengajarkan bahwa perkembangan kognitif adalah hasil gabungan dari kedewasaan otak dan system syaraf, serta adaptasi pada lingkungan. Ia menggunakan lima istilah untuk menggambarkan dinamika perkembangan kognitif tersebut:
  1. Skema
Skema adalah proses atau cara mengorganisir dan merespon berbagai pengalaman. Dengan kata lain, skema adalah suatu pola sistematis dari tindakan, perilaku, pikiran, dan strategi pemecahan masalah yang memberikan suatu kerangka pemikiran dalam menghadapi berbagai tantangan dan jenis situasi. Dalam diri bayi terlihat beberapa pola tingkah laku reflex yang terorganisir sehubungan dengan “pengetahuan” mengenai lingkungan. Misalnya gerakan refleks menghisap pada bayi, ada gerakan otot pada pipi dan bibir yang menimbulkan gerakan menghisap. Gerakan ini tidak terpengaruh oleh apa yang masuk ke mulut, apakah ibu jari, ataukah dot botol susu. Pola gerakan yang diperoleh sejak lahir inilah yang disebut dengan skema.
  1. Adaptasi
Adaptasi adalah sebuah istilah yang digunakan piaget untuk menunjukkan pentingnya pola hubungan individu dengan lingkungannya dalam prose perkembangan kognitif. Piaget yakin bahwa bayi manusia ketika dilahirkan telah dilengkapi dengan kebutuhan dan kemempuan untuk menyesuaiakn diri dengan lingkungannya. Adaptasi ini muncul dengan sendirinya ketika bayi tersebut mengadakan interaksi dengan dunia disekitarnya. Mereka akan belajar menyesuaikan diri dan mengatasinya, sehingga kemampuan mentalnya akan berkembang dengan sendirinya.
  1. Asimilasi
Asimilasi dari sudut biologi adalah integrasi antara elemen-elemen eksternal terhadap struktur yang sudah lengkap pada organisme. Asimilasi kognitif mencakup perubahan objek eksternal menjadi struktur pengetahuan internal. Proses asimilasi ini didasarkan atas kenyataan bahwa setiap saat manusia selalu mengasimilasikan informasi-informasi yang sampai kepadanya, kemudian informasi tersebut dikelompokkan kedalam istilah-istilah yang sebelumnya sudah mereka ketahui. Misalnya seorang bayi yang menghisap dot botol susu, akan melakukan tindakan yang sama terhadap semua objek baru yang mereka temukan, seperti bola karet atau jempolnya. Perilaku bayi menghisap semua objek inilah memperlihatkan proses asimilasi. Jadi gerakan menghisap ibu jari sama dengan menghisap dot botol susu tadi.
  1. Akomodasi
Akomodasi adalah menciptakan langkah baru atau memperbarui istilah lama untuk menghadapi tantangan baru. Akomodasi kognitif berarti mengubah struktur kognitif yang telah dimiliki sebelumnya untuk disesuaikan dengan objek stimulus eksternal. Jadi, kalau pada asimilasi terjadi perubahan pada objeknya, maka pada akomodasi perubahan terjadi pada subjeknya, sehinggga ia dapat menyesuaikan diri dengan objek yang ada diluar dirinya. Struktur kognitif yang sudah ada dalam diri seseorang mengalami perubahan supaya sesuai dengan rangsangan-rangsangan dari objeknya. Misalnya, bayi melakukan tindakan yang sama terhadap ibu jarinya, yaitu menghisap. Ini berarti bahwa bayi telah mengubah dot botol susu tadi menjadi ibu jari. Tindakan demikian disebut sebagai akomodasi.
  1. Ekuilibrium
Piaget mengemukakan bahwa setiap organisme yang ingin mengadakan penyesuaian (adaptasi) dengan lingkungannya harus mencapai keseimbangan (ekuilibrium), yaitu antara aktivitas individu terhadap lingkungan (asimilasi) dan aktivitas lingkungan terhadap individu (akomodasi). Ini berarti, ketika individu bereaksi terhadap lingkungan, dia menggabungkan stimulus dunia luar dengan struktur yang sudah ada, dan inilah asimilasi. Pada saat yang sama, ketika lingkungan bereaksi terhadap individu, dan individu mengubah supaya sesuai dengan stimulus dunia luar, maka inilah yang disebut akomodasi. Agar terjadi ekuilibrasi antara individu dengan lingkungan, maka peristiwa-peristiwa asimilasi dan akomodasi harus terjadi secara bersama-sama.

Piaget percaya bahwa pemikiran anak-anak berkembang menurut tahap-tahap atau periode-periode yang terus bertambah kompleks. Tahap-tahap perkembangan menurut piaget ini diringkas dalam table berikut:

Usia / Tahun
Tahap
Perilaku
Lahir – 2
Sensorimotor
  • Belajar melalui perasaan
  • Belajar melalui reflex
  • Memanipulasi bahan
2 – 7
Praoperasional
  • Ide berdasarkan persepsinya
  • Hanya dapat menfokuskan pada Satu
  • Variable pada satu waktu
7 – 11
Operasional konkret
  • Ide berdasarkan pemikiran
  • Membatasi pemikiran pada benda-benda dan kejadian yang akrab
11 atau lebih
Operasional formal
  • Berpikir secara konseptual
  • Berpikir secara hipotesis

Daftar pustaka : desmita, psikologi perkembangan, Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2013.
Pervin, Lawrence A, psikologi kepribadian : teori dan penelitian, Jakarta: KENCANA PRANADA MEDIA GROUP, 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar