Teori
kognitif piaget
Teori
perkembangan kognitif piaget adalah salah satu teori yang menjelaskan
bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan
kejadian-kejadian disekitarnya. Bagimana anak objek social seperti
diri, orang tua, dan teman. Bagaimana cara anak belajar
mengelompokkan objek-objek untuk mengetahui persamaan dan perbedaan,
untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek atau
peristiwa, dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa
tersebut.
Piaget
juga memandang bahwa anak memainkan peran aktif didalam menyusun
pengetahuannya mengenai realitas. Anak tidak pasif dalam menerima
informasih. Walaupun proses berfikir dan konsepsi anak mengenai
realitas telah dimodifikasi oleh pengalamannya dengan dunia sekitar
dia, namun anak juga berperan aktif dalam menginterpretasikan
informasih yang ia peroleh dari pengalaman, serta dalam
mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang
telah ia punya.
Piaget
mengajarkan bahwa perkembangan kognitif adalah hasil gabungan dari
kedewasaan otak dan system syaraf, serta adaptasi pada lingkungan. Ia
menggunakan lima istilah untuk menggambarkan dinamika perkembangan
kognitif tersebut:
- Skema
Skema adalah proses atau cara mengorganisir dan merespon
berbagai pengalaman. Dengan kata lain, skema adalah suatu pola
sistematis dari tindakan, perilaku, pikiran, dan strategi pemecahan
masalah yang memberikan suatu kerangka pemikiran dalam menghadapi
berbagai tantangan dan jenis situasi. Dalam diri bayi terlihat
beberapa pola tingkah laku reflex yang terorganisir sehubungan dengan
“pengetahuan” mengenai lingkungan. Misalnya gerakan refleks
menghisap pada bayi, ada gerakan otot pada pipi dan bibir yang
menimbulkan gerakan menghisap. Gerakan ini tidak terpengaruh oleh apa
yang masuk ke mulut, apakah ibu jari, ataukah dot botol susu. Pola
gerakan yang diperoleh sejak lahir inilah yang disebut dengan skema.
- Adaptasi
Adaptasi adalah sebuah istilah yang digunakan piaget
untuk menunjukkan pentingnya pola hubungan individu dengan
lingkungannya dalam prose perkembangan kognitif. Piaget yakin bahwa
bayi manusia ketika dilahirkan telah dilengkapi dengan kebutuhan dan
kemempuan untuk menyesuaiakn diri dengan lingkungannya. Adaptasi ini
muncul dengan sendirinya ketika bayi tersebut mengadakan interaksi
dengan dunia disekitarnya. Mereka akan belajar menyesuaikan diri dan
mengatasinya, sehingga kemampuan mentalnya akan berkembang dengan
sendirinya.
- Asimilasi
Asimilasi dari sudut biologi adalah integrasi antara
elemen-elemen eksternal terhadap struktur yang sudah lengkap pada
organisme. Asimilasi kognitif mencakup perubahan objek eksternal
menjadi struktur pengetahuan internal. Proses asimilasi ini
didasarkan atas kenyataan bahwa setiap saat manusia selalu
mengasimilasikan informasi-informasi yang sampai kepadanya, kemudian
informasi tersebut dikelompokkan kedalam istilah-istilah yang
sebelumnya sudah mereka ketahui. Misalnya seorang bayi yang menghisap
dot botol susu, akan melakukan tindakan yang sama terhadap semua
objek baru yang mereka temukan, seperti bola karet atau jempolnya.
Perilaku bayi menghisap semua objek inilah memperlihatkan proses
asimilasi. Jadi gerakan menghisap ibu jari sama dengan menghisap dot
botol susu tadi.
- Akomodasi
Akomodasi adalah menciptakan langkah baru atau
memperbarui istilah lama untuk menghadapi tantangan baru. Akomodasi
kognitif berarti mengubah struktur kognitif yang telah dimiliki
sebelumnya untuk disesuaikan dengan objek stimulus eksternal. Jadi,
kalau pada asimilasi terjadi perubahan pada objeknya, maka pada
akomodasi perubahan terjadi pada subjeknya, sehinggga ia dapat
menyesuaikan diri dengan objek yang ada diluar dirinya. Struktur
kognitif yang sudah ada dalam diri seseorang mengalami perubahan
supaya sesuai dengan rangsangan-rangsangan dari objeknya. Misalnya,
bayi melakukan tindakan yang sama terhadap ibu jarinya, yaitu
menghisap. Ini berarti bahwa bayi telah mengubah dot botol susu tadi
menjadi ibu jari. Tindakan demikian disebut sebagai akomodasi.
- Ekuilibrium
Piaget mengemukakan bahwa setiap organisme yang ingin
mengadakan penyesuaian (adaptasi) dengan lingkungannya harus mencapai
keseimbangan (ekuilibrium), yaitu antara aktivitas individu terhadap
lingkungan (asimilasi) dan aktivitas lingkungan terhadap individu
(akomodasi). Ini berarti, ketika individu bereaksi terhadap
lingkungan, dia menggabungkan stimulus dunia luar dengan struktur
yang sudah ada, dan inilah asimilasi. Pada saat yang sama, ketika
lingkungan bereaksi terhadap individu, dan individu mengubah supaya
sesuai dengan stimulus dunia luar, maka inilah yang disebut
akomodasi. Agar terjadi ekuilibrasi antara individu dengan
lingkungan, maka peristiwa-peristiwa asimilasi dan akomodasi harus
terjadi secara bersama-sama.
Piaget percaya bahwa pemikiran anak-anak berkembang
menurut tahap-tahap atau periode-periode yang terus bertambah
kompleks. Tahap-tahap perkembangan menurut piaget ini diringkas dalam
table berikut:
-
Usia / TahunTahapPerilakuLahir – 2Sensorimotor
- Belajar melalui perasaan
- Belajar melalui reflex
- Memanipulasi bahan
2 – 7Praoperasional- Ide berdasarkan persepsinya
- Hanya dapat menfokuskan pada Satu
- Variable pada satu waktu
7 – 11Operasional konkret- Ide berdasarkan pemikiran
- Membatasi pemikiran pada benda-benda dan kejadian yang akrab
11 atau lebihOperasional formal- Berpikir secara konseptual
- Berpikir secara hipotesis
Daftar
pustaka : desmita, psikologi perkembangan, Bandung: PT REMAJA
ROSDAKARYA, 2013.
Pervin, Lawrence A, psikologi
kepribadian : teori dan penelitian, Jakarta: KENCANA PRANADA MEDIA
GROUP, 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar